Mahalnya Sebuah Harga Kejujuran


Di awal saya memulai kerja ini, saya mendapat pelajaran sangat berharga. Betapa mahalnya harga sebuah ‘KEJUJURAN’, setidaknya itulah inti yang saya dapat dari kejadian yang terjadi di kantor baru-baru ini.

Salah satu teman sekantor saya ‘dikeluarkan’ secara tidak hormat alias dipecat karena dia tidak mau mengakui dengan ‘JUJUR’ kesalahan yang dia buat. Hari itu juga, dia diminta untuk pulang cepat dan menyelesaikan urusan yang masih tersisa di kantor sekaligus handover kerjaan belum selesai ke yang lain. Tentu saja, manajemen memberikan keputusan tersebut memiliki alasan kuat, sudah melewati tahap interogasi dari banyak arah, dan menimbang seberapa beratnya kesalahan yang dilanggar. Sinyal neh besok-besok bakal lembur terus karena kerjaan bakal dilimpahin ke yang lain! Tentu seisi kantor kaget bukan main, termasuk saya karena saya tergolong ‘anak baru’ di perusahaan.

Memahami Core Values Perusahaan

Menurut saya, penting sekali sebagai karyawan/employee memahami core values dari perusahaan tempatnya bekerja. Tidak hanya dipahami tapi menjadi nafas dan keyakinan yang harus dipegang teguh, entah itu ketika pekerjaan berjalan smooth atau ketika dihadapkan dengan sebuah kejadian yang memerlukan tindakan cepat, ‘kegentingan’, dibujuk atau terbujuk ‘bermain kotor’. Seperti yang dialami oleh teman saya, dia terjebak untuk ‘bermain kotor’ dalam menyelesaikan sebuah proyek. Sebagai seorang konsultan bisnis, saya sadar pekerjaan ini tergolong ‘grey area’, namun satu hal yang saya salut yaitu dengan prinsip yang dipegang teguh oleh Bos saya, ‘We need people who believe in doing business on the right things in order to comply with regulatory requirements’. Lebih jauh lagi, ada visi-misi besar mulia di balik itu semua, secara tidak langsung klien-klien kami diajarkan agar tetap ‘DOING BUSINESS ON THE RIGHT THINGS’ lewat empowerment walaupun urusan dengan perusahaan kami sudah selesai.

Watchout Your Attitude at Work: ‘Jaga Komitmen, Kepercayaan, Loyalitas, dan Integritas’

Mungkin kepribadian orang sebenarnya akan terlihat ketika dihadapkan dengan sebuah masalah. Apalagi yang membutuhkan tindakan cepat, di sana akan teruji sampai sejauh mana kita memahmi core values perusahaan dan seberapa ‘keukeuhnya’ memegang prinsip-prinsip yang kita yakini. Kadang sebuah hal yang salah namun sering dilakukan orang dianggap sebagai sebuah kewajaran. Dan kelaziman yang tak benar itu jelas-jelas terjadi dalam dunia kerja termasuk bisnis. Di sanalah komitmen, kepercayaan, loyalitas, dan integritas sebagai karyawan diuji. Apakan akan tetap ‘GO AHEAD’ atau straightforward to SAY NO dengan hal-hal lazim tapi tak benar itu? Ya Allah, semoga Engkau melindungi hamba-Mu ini dari praktek-praktek seperti itu.

Kepercayaan Harus Dibeli: ‘Don’t Make Even Single Lying’

Bos saya bilang ‘Kepercayaan itu harus dibeli, bahkan mungkin dengan harga yang mahal. Saya yakin kalian semua orang-orang cerdas. Skill bisa diasah namun yang susah itu menumbuhkan trusworthy. Padahal itu modal utama supaya kita bisa kerja sama-sama enak’. Benar sekali, menurut saya tidak serta-merta orang akan memberikan kepercayaannya apalagi kalau belum proven (ada buktinya). Pekerjaan yang seperti saya lakoni sekarang, menuntut saling percaya satu sama lain, apalagi kami diminta untuk memegang paling tidak 2 proyek yang tentu saja satu dua kali ditemani senior dan bos namun setelah itu ‘dilepas’ sendiri. Bagaimana jadinya kalau setelah dilepas tidak bisa menjaga kepercayaan itu? Padahal tiap orang di sana adalah representatif dari perusahaan itu sendiri.

Dan teman saya yang ‘terjerumus’ untuk melakukan hal yang salah namun ia tidak jujur dengan apa yang terjadi, harus membayar harga mahal untuk itu. Hm…Ok, I learned a lot from this case!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s