Wonderful Indonesia : 3 Wisata Bahari yang Wajib Dikunjungi


1. Wakatobi, Tukang Besi Island

Kabupaten Wakatobi adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Wangi-Wangi. Kabupaten Wakatobi sendiri merupakan sebuah singkatan dari 4 nama kecamatan yang ada di sana, yaitu (WA) Wangi-Wangi, (KA) Kaledupa, (TO) Tomia, dan (BI) Binongko (wawancara saya dengan dr. Jauhari-salah satu tim medis yang pernah tinggal 7 tahun di sana). Wakatobi juga merupakan nama kawasan taman nasional yang ditetapkan pada tahun 1996, dengan luas keseluruhan 1,39 juta hektare, menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia.
Bagi yang belum tahu, Wakatobi merupakan salah satu wisata bahari yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya (the underwater panorama). Pesona bawah laut Wakatobi memang salah satu yang terbaik di dunia. Letak Wakatobi yang masuk dalam wilayah Segitiga Karang Dunia membuat tempat ini menjadi surga bagi para penyelam. Bagaimana tidak, Wakatobi memiliki 750 dari 850 spesies koral, jenis karang yang beragam serta makhluk laut yang sudah sulit ditemukan di daerah lain.

Konon keindahan bawah laut ini berhasil menarik turis mancanegera dan lokal untuk berkunjung ke sana, serta para divers, fotografer, dan peneliti untuk melakukan scientific research activities dari dalam dan luar negeri. Pulau Hoga, bagian dari Wakatobi dilengkapi dengan laboratorium terbesar. Selain memiliki keindahan bawah laut, ternyata keindahan pasir putih, air laut yang jernih, sunset di setiap bagian pulau, serta Taman Nasional Wakatobi (TNKW) juga tak kalah menggiurkan. (Haduh bener-bener mikin mupeng pengen ke sana…).
Wakatobi juga terkenal karena kaya akan budaya dan seni sebagai peninggalan masa lampau yang terkenal dengan peninggalan mesjid, gua, keindahan waving, kerajinan tangan keramik, dan tarian tradisional (seperti goyang poco-poco….hahaha saya juga senang kalau tarian ini).

Bagaimana cara menempuhnya?
Mewujudkan mimpi menikmati semua keindahan Wakatobi kini tidaklah susah. Transportasi ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tersedia setiap hari. Sementara, di Wangi-wangi, ibukota Wakatobi, telah tersedia angkot, taksi dan ojek. Total biaya yang dibutuhkan pun tak terlalu mahal, hanya dengan 7 jutaan untuk liburan selama 3 hari 2 malam. Anda bisa siap-siap backpacking ke sana.
Untuk ke Wakatobi, Anda bisa memilih menggunakan kapal laut atau pesawat. Menggunakan kapal laut memang lebih murah, namun makan waktu lama, dari Makassar ke Wakatobi saja membutuhkan waktu lebih dari 10 jam. Jadi, memakai pesawat adalah pilihan yang lebih tepat meski mungkin membuat perjalanan Anda tak seperti seorang backpacker.
Saat ini, penerbangan ke Wangi-wangi, ibukota Wakatobi, sudah tersedia setiap hari. Maskapai penerbangan Express air, melayani penerbangan dari Makassar ke Wangi-wangi sekali sehari, berangkat dari Makassar kurang lebih pukul 8.00 WITA. Penerbangan ini menggunakan pesawat kecil bermuatan 30-an orang dan akan transit di Bau-bau.
Penerbangan ke Makassar bisa dilakukan dengan maskapai apa pun. Tapi, usahakan agar bisa tiba beberapa jam sebelum pesawat ke Wakatobi berangkat. Bila ingin aman, akan lebih baik memilih penerbangan dengan maskapai yang sama. Biaya dari Jakarta ke Wangi-wangi dengan Express Air sekitar Rp 1,9 jutaan.
Sampai di Wangi-wangi, anda bisa mulai mencari penginapan dengan menggunakan taksi ataupun ojek. Taksi di Wangi-wangi biasanya tak menggunakan argo, jadi lebih baik survei harga taksi lebih dulu dengan bertanya pada beberapa pihak. Kalau ingin keliling Wangi-wangi, taksi juga bisa disewa sepanjang hari dengan biaya sekitar Rp 250.000.
Untuk kemudahan transportasi, akan lebih baik memilih penginapan di Wangi-wangi. Tak perlu khawatir akan melewatkan wilayah lain, sebab terdapat speedboat ataupun kapal bisa mengantar Anda ke wilayah Wakatobi lain, seperti Hoga, Kaledupa, Tomia dan Binongo.
Oh ya, Merpati Nusantara Airlines juga ternyata membuka rute penerbangan Makassar-Wakatobi dan Kendari via Baubau pulang pergi dua kali dalam seminggu dengan kapasitas 54 penumpang yang mendarat di Bandara Matahora Wangi-wangi.

Lalu, bagaimana dengan akomodasi/penginapan?
Ada beragam pilihan penginapan. Paling murah adalah menginap di rumah warga, biayanya sekitar Rp 50.000 per malam. Hotel standar memiliki tarif sekitar Rp 150.000 hingga Rp 300.000 per malam. Jika ingin lebih mewah, biasa memilih resort dengan harga Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000 per malam.

Bagaimana cara Anda menikmati keindahan Wakatobi?
Selesai dengan urusan akomodasi, Anda bisa mulai menyiapkan acara inti, menikmati keidahan laut. Seperti di tempat lain, ada dua alternatif, snorkeling dan diving. Bila tak memiliki perlengkapan, anda bisa menyewanya, termasuk menyewa pemandu dan kapal yang akan mengantarkan ke site diving.
Untuk mencari pemandu, paling mudah menghubungi kantor WWF Wakatobi. Mereka memiliki jaringan ke beberapa penduduk yang bisa memandu selam. Ada beberapa yang menawarkan paket pemandu, perlengkapan selam, kapal dan tempat penginapan dengan harga Rp 1.000.000 per orang per hari. Syaratnya, minimal rombongan adalah 4 orang.
Dengan paket itu, Anda sudah bisa menyelam di beberapa tempat terbaik Wakatobi, termasuk Hoga, Waha, Tomia dan tempat lain. Di lokasi selam tertentu, Anda bisa menjumpai ikan napoleon yang ukurannya cukup besar, termasuk kelinci laut, ragam bintang laut dan yang pasti keragaman karang.
Selain diving dan snorkeling, anda juga bisa menikmati atraksi lumba-lumba dengan Dolphin Watching atau melihat panorama matahari terbit dan tenggelam di Hoga, salah satu tempat dengan panorama sunset dan sunrise terbaik. Lahan budidaya rumput laut juga bisa dilihat di tempat-tempat tertentu, terutama sekitar Kaledupa dan Wangi-wangi.
Di malam hari, langit gelap juga menawarkan taburan bintang. Bagi yang menyukai astronomi, Wakatobi juga bisa menjadi salah satu alternatif. Di beberapa wilayah, masih bisa dijumpai kampung Bajo yang berada di tengah lautan, meski jumlah kian sedikit saat ini.
Kalau memang benar-benar ingin mengelilingi Wakatobi, setidaknya butuh waktu seminggu agar cukup puas. Pasalnya, perjalanan satu pulau ke pulau lainnya harus dilakukan dengan speedboat dengan jadwal tertentu yang kadang tak bisa diandalkan. Bisa saja menyewa speedboat khusus, tapi tarifnya mahal.
Untuk wisata kuliner, ada beberapa yang perlu dicoba. Anda bisa mencicipi kasuami, makanan pokok terbuat dari singkong yang diparut, diperas airnya dan dikukus, biasanya dimakan bersama ikan. Ada pula kari ayam Wakatobi serta kue karasi. Yang pasti, beragam seafood dengan mudah dijumpai. Ada warga yang bahkan memakan gurita.
Wah, negeri saya ternyata indah sekali. Ayo, kapan ke Wakatobi? Nikmati keindahan yang semula hanya ada dalam cerita atau pun film. Bagi yang tak suka atau tak bisa menyelam, tak perlu takut. Aktivitas snorkeling cukup menjanjikan keindahan, pastikan saja pemandu tetap ada di dekat Anda, paling tidak membuat Anda tetap merasa tenang. Ok, masuk agenda jalan-jalan ke Wakatobi (buat my hubby siapkan kocek Anda karena suatu saat saya pasti akan mengajak Anda ke sini…Hahahaha)

References:
Government of Wakatobi Regency, South East Sulawesi Province, Indonesia
Nasrun, M., 2011, Merpati Buka Rute Penerbangan Makassar-Wakatobi, http://www.ANTARAnews.com
Utomo, Y. W. & Asdiana, M., 2011, Tips Menuju Wakatobi, http://www.KOMPAS.com
Wakatobi Dive Resort

2. Bunaken

Bunaken, tempat wisata paling memukau di utara Sulawesi. Ketika menyebut nama Taman Nasional Bunaken maka akan identik dengan lokasi menyelam paling menawan sedunia. Di sana surga bawah laut terletak, di bawah teluk Manado dengan keindahan flora dan fauna yang ada.

Di bawah hamparan laut seluas 890,65 km2 di kawasan Teluk Manado, kita akan menemukan pesona keindahan ciptaan sang Maha Kuasa dengan menikmati terumbu karang berwarna warni. Ada lebih dari 200 jenis spesies ikan serta beragam biota laut lainnya. Anda akan merasakan sensasi menyelam dengan sajian pemandangan bawah laut yang mempesona pada taman yang terletak 75 mil laut dari Pantai Manado. Lokasi menyelam ini dapat dicapai dengan perjalanan 35 menit menggunakan perahu motor.

Tidak hanya melihat barisan ikan bermacam rupa berseliweran dan padang rumput laut, kita juga bisa melihat kurang lebih 390 spesies terumbu karang yang memancarkan pesona menakjubkan. Bentuknya berlekak-lekuk unik, celah-celah hingga gua atau terowongan mungil bawah laut yang mungkin mustahil ditemukan di tempat lain.

Secara geografis Taman Nasional Bunaken dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian utara dan bagian selatan. Bagian utara meliputi lima pulau, dan daerah pesisir antara Molas hingga Tiwoho yang disebut Pesisir Molas-Wori. Bagian selatan seluruhnya terdiri daerah pesisir antara Desa Poopoh dan Desa Popareng yang disebut Pesisir Arakan-Wawontulap. Di wilayah ini, terdapat 22 desa dengan jumlah penduduk sekitar 35 ribu jiwa. Sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan serta 25%-nya bekerja pada bidang pariwisata.

Taman ini didirikan 1991 dan merupakan salah satu taman laut pertama di dunia. Pada 2005 Bunaken menjadi situs warisan dunia setelah didaftarkan Indonesia di UNESCO. Terjadi peningkatan yang signifikan pada kunjungan wisatawan ke Taman Nasional ini. Pada 2008 dikunjungi 32.760 wisatawan asing, di tahun berikutnya meningkat jadi 51 ribu wisatawan mancanegara. Bahkan, pada 2010 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berani menargetkan sebanyak 100 ribu wisatawan asing akan datang di Bunaken. Apalagi di tahun ini sudah dicanangkan Manado Kota Pariwisata Dunia 2010, Taman Nasional Bunaken menjadi ikon pariwisata andalan Sulawesi Utara.

Menyelam memang merupakan cara terbaik bila Anda ingin secara utuh dan jelas menikmati keindahan panorama bawah laut Bunaken. Tersedia 23 tempat snorkeling atau penyelaman. Tak usah repot-repot bawa alat menyelam sendiri karena di sana disewakan alat-alat dengan harga berkisar Rp 100 ribu per hari.

Tapi menyelam memang bukan pilihan satu-satunya. Cara lainnya adalah menggunakan kapal semi selam yang disewakan di lepas pantai Pulau Bunaken. Kapal ini menyediakan dinding-dinding kaca untuk bisa menikmati keindahan dan eksotisme dasar laut Bunaken. Ada pula kapal selam Blue Banter yang hanya akan beroperasi saat air laut pasang. Pemandangan yang didapatkan tentu saja lebih maksimal meski tarifnya jauh lebih mahal dari kapal semi selam berdinding kaca.

Pesona Bunaken tak hanya pada taman lautnya saja, namun di permukaan pun kita bisa menikmati keindahan dan eksotisme lima pulau yang melingkupi kawasan Taman Nasional tersebut. Lima pulau itu yakni pulau Bunaken, Siladen, Manado Tua, Nain dan Mantehage. Di pulau terakhir terdapat suku Bajo dengan budayanya yang khas.

Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan/pesisir. Pada bagian Utara terdiri dari pulau Bunaken, pulau Manado Tua, pulau Montehage, pulau Siladen, pulau Nain, pulau Nain Kecil, dan sebagian wilayah pesisir Tanjung Pisok. Sedangkan pada bagian Selatan meliputi sebagian pesisir Tanjung Kelapa.Potensi daratan pulau-pulau taman nasional ini kaya dengan jenis palem, sagu, woka, silar dan kelapa. Jenis satwa yang ada di daratan dan pesisir antara lain kera hitam Sulawesi (Macaca nigra nigra), rusa (Cervus timorensis russa), dan kuskus (Ailurops ursinus ursinus).Jenis tumbuhan di hutan bakau Taman Nasional Bunaken yaitu Rhizophora sp., Sonneratia sp., Lumnitzera sp., dan Bruguiera sp. Hutan ini kaya dengan berbagai jenis kepiting, udang, moluska dan berbagai jenis burung laut seperti camar, bangau, dara laut, dan cangak laut.
Jenis ganggang yang terdapat di taman nasional ini meliputi jenis Caulerpa sp., Halimeda sp., dan Padina sp. Padang lamun yang mendominasi terutama di pulau Montehage, dan pulau Nain yaitu Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides, dan Thalassodendron ciliatum. Tercatat 13 genera karang hidup di perairan Taman Nasional Bunaken, didominasi oleh jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Yang paling menarik adalah tebing karang vertikal sampai sejauh 25-50 meter.
Sekitar 91 jenis ikan terdapat di perairan Taman Nasional Bunaken, diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain. Jenis moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus berongga (Nautilus pompillius), dan tunikates/ascidian.

Musim kunjungan terbaik: bulan Mei s/d Agustus setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi:
Untuk mencapai Manado, ada banyak pilihan maskapai penerbangan yang melayani rute tersebut, baik dari Jakarta, Denpasar, Makassar dan Sorong. Dari Jakarta misalnya, anda bisa memilih Garuda Indonesia (dua kali waktu penerbangan sehari), Lion Air (3 kali jadwal penerbangan sehari) dan Batavia Air (dua kali jadwal penerbangan sehari), dengan waktu tempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan.
Taman Nasional Bunaken dapat dicapai melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas dan Marina Blue Banter. Dari Pelabuhan Manado dengan menggunakan perahu motor menuju pulau Siladen dapat ditempuh + 20 menit, pulau Bunaken + 30 menit, pulau Montehage + 50 menit dan pulau Nain +60 menit. Dari Blue Banter Marina dengan menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di pulau Bunaken dapat ditempuh dalam waktu 10-15 menit, sedangkan dari pelabuhan NDC menuju lokasi penyelaman di pulau Bunaken dengan menggunakan speed boat ditempuh dalam waktu + 20 menit.
Ada dua pilihan tempat persewaan kapal dari Manado menuju Bunaken, yakni Pasar Bersehati dan Marina. Sewa kapal dari Pasar Bersehati Manado ke Bunaken dengan tarif antara Rp 300 ribu – Rp 400 ribu. Sedangkan jika dari Marina tarif yang berlaku lebih mahal yakni sekitar Rp 600 ribu – Rp 800 ribu.
Cara lebih ekonomis adalah bergabung bersama wisatawan-wisatawan lainnya dengan menumpang kapal tradisional bertarif Rp 50 ribu per orang. Hanya saja mesti menunggu tempat duduk di atas kapal penuh dulu baru berangkat.
Nah, tunggu apa lagi?
Mari jo, kita baku dapa di Bunaken.

References:
Anonim, 2011, Taman Nasional Bunaken, http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO…/tn_bunaken.htm
Anonim, Taman Laut Bunaken, 2011, http://www.wisatanesia.com/2010/07/taman-laut-bunaken.htm
Gobel, A. T., 2011, Bunaken, Andalan Manado, http://www.id.travel.yahoo.com
Image Gallery, http://www.indonesia.travel/en/destination/33/bunaken-breathtaking-underwater-life/gallery/page/4

3. Derawan

Pulau Derawan terletak di bagian utara Propinsi Kalimantan Timur Kabupaten Berau. Perjalanan ke Pulau Derawan memang membutuhkan rencana yang sangat matang dan membutuhkan fisik yang baik. Ada dua kombinasi perjalanan untuk melakukan trip ke Pulau Derawan, yaitu melalui darat dan laut.
Kota Berau, ibukota Kabupaten Tanjung Redeb dan Kota Tarakan adalah kota transit utama (hub) untuk menuju Pulau Derawan. Untuk Menuju Tanjung Redeb atau Kota Tarakan dapat melalui penerbangan langsung dari Jakarta atau Surabaya dengan pesawat Lion Air, Garuda, Batavia, dan Sriwijaya. Tadinya Mandala juga terbang ke Tarakan, sebelum direstrukturisasi. Semua penerbangan ke Tarakan atau Tanjung Redeb stop over di Balikpapan.

Saat ini untuk menuju Pulau Derawan khususnya dari Kota Tarakan sudah bisa dilayani oleh salah satu perusahaan yang menawarkan paket yang kompetitif menggunakan speedboat bermuatan 30-40 orang dengan harga paling murah Rp. 600.000/orang dengan lama perjalanan 3-4 jam. Paketnya sudah termasuk transport pulang pergi, makan, tur pulau-pulau, dan hotel (silahkan ke GPS Derawan facebook untuk informasi detil).

Bila anda memiliki fisik yang baik dan jiwa petualang, alternatif lain adalah menyeberang dari Tarakan menuju Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan speedboat dengan biaya Rp. 80.000-Rp. 100.000/orang dengan menyeberang laut selama 1-1.5 jam. Setibanya di Tanjung Selor, didaerah pelabuhan Sengkawit ada supir yang menawarkan angkutan ke Tanjung Redeb dengan biaya Rp. 75.000/orang dengan lama perjalanan darat 2 jam (dengan sekali singgah untuk makan dan toilet).

Setibanya di Terminal Tanjung Redeb, perjalanan dilanjutkan ke Tanjung Batu dengan biaya Rp. 50 ribu/orang dengan lama perjalanan darat 2 jam (perjalanan darat dari Tanjung Selor ke Tanjung Batu akan sangat menyenangkan karena melewati hutan asli kalimantan termasuk melewati perkampungan suku Dayak). Tanjung Batu adalah kota kecamatan yang juga pelabuhan utama untuk menuju Derawan. Penyeberangan ke Pulau Derawan hanya dapat menggunakan speedboat dengan sistem sewa Rp. 250.000/trip dengan maksimal 4 orang penumpang (tip: anda bisa mencari penumpang lain untuk sharing cost).

Setelah melewati petualangan lintas darat kalimantan, setibanya di Pulau Derawan anda akan disuguhkan keindahan alam, laut yang jernih, warna warni karang, ikan yang beraneka ragam, penyu sisik yang bermain ditepi pantai, dan lain-lain. Pulau Derawan dan pulau sekitarnya didiami oleh Suku Bajau, Bugis, dan Berau. Di Pulau ini tersedia berbagai jenis penginapan dan hotel terutama dipinggir laut dengan harga bervariasi dari Rp. 100.000 hingga 1 juta.

Di pulau ini terdapat banyak toko-toko kecil dan restoran yang menjual barang kebutuhan sehari-hari. Penduduk lokal juga menjual oleh-oleh khas misalkan hiasan siput, ikan asin, dan Kima, atau daging kerang raksasa yang sudah dikeringkan (untuk kelestarian kerang ini dihabitatnya, mohon tidak membelinya dan menginformasikan kepada penjual untuk tidak mengambil kerang yang dilindungi ini). Seperti Gili Trawangan, snorkling dapat langsung dilakukan dipinggir pantai tanpa harus menggunakan perahu. Peralatan snorkling dapat disewa dengan harga Rp. 30.000 – Rp. 50.000. Sementara pencinta olahraga diving juga tidak perlu kuatir karena banyak penyewaan alat selam dengan sewa antara Rp. 1 juta hingga 2 juta rupiah.

Yang suka memancing jangan lupa membawa alat-alat pancing anda, karena Pulau Derawan adalah surga memancing! Pulau lain disekitar Derawan adalah pulau Kakaban, Sangalaki, Maratua, dan Pulau Panjang. Namum yang paling sering dikunjungi adalah pulau Kakaban karena keberadaan danau air asin yang berada di tengah pulau dengan ubur-ubur yang tidak menyengat.

Untuk panduan lebih lengkap travelling ke Pulau Derawan ini, saya merekomendasikan Anda untuk membuka blog AnneAhira.com dan blog NdahSaja. Dalam blognya, mereka membahas lengkap panduan travelling ke sana.

References:
Blog AnneAhira.com, 2011, Kepulauan Derawan Milik Turis Lokal Juga, http://www.AnneAhira.com
Blog NdahSaja, 2011, Panduan Wisata Derawan-Sangalaki-Kakaban, http://www.ndahsaja.wordpress.com
Blog Paramitopia, 2011, Balikpapan dan Pulau Derawan, http://www.paramitopia.com
Kepulauan Derawan, 2011, http://www.wikipedia.com
Nour, M., 2011, Pulau Derawan Surga Petualangan Laut, http://www.detikTravel.com

That is why I love travelling. Saya selalu mendapatkan hal-hal baru dan semakin bersyukur menikmati keindahan alam, ciptaanNya yang begitu sempurna. Semoga dengan menikmati keindahan kekayaan alam negeri sendiri, semangat mencintai negeri sendiri semakin kental. I love Indonesia, I love my country, and I’m proud to be Indonesian. Cintai negeri sendiri!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s