Life is A Beautiful Struggle


Tak terasa, sebentar lagi saya akan sampai pada tahap selanjutnya dalam hidup saya, menjadi seorang Apoteker, HAFSYAH ZAHARA, S. FARM., APT. Suatu hal yang saya cita-citakan sejak duduk di bangku SMA. Sebuah perjalanan yang tak mudah, banyak lika-liku, menguras energi, finansial, bahkan terkadang menguras emosi dan air mata. Apalagi merantau ke luar kota demi menuntut ilmu dan tidak pulang-pulang selama 3 tahun tidak pernah terlintas dari bayangan saya sebelumnya. Terlahir dari didikan seorang ayah yang ‘keras’ (dalam artian positif) sedikit banyak memberikan pengaruh kepada anak-anaknya termasuk saya. Tekad saya sudah bulat, saya akan merantau untuk menuntut ilmu dan saya siap tidak pulang sebelum jadi ‘Sarjana’.

Tulisan ini sebenarnya saya peruntukkan untuk semua teman-teman, adik-adik saya yang sedang berjuang untuk menuntut ilmu, ‘Percayalah di balik semua kesulitan pasti ada kemudahan’. Betapa terharunya saya, baru-baru ini salah seorang adik kos selama magang meng-sms saya tiba-tiba ‘Mba Cha-Cha, aku keterima di Institut X dengan jalur beasiswa. Terima kasih yah mba buat dukungannya selama ini. Aku mohon doa dari mba’. Belum lagi, kabar-kabar lain yang datang ‘Mba, aku memutuskan untuk kuliah lagi. Tekadku sudah bulat. Terima kasih yah mba buat motivasinya’. (Semoga sukses yah adek-adekku sayang, tanpa diminta pun Mba doakan yang terbaik buat kalian. Semua perlu pengorbanan, mungkin banyak halangan ke depan tapi semua pasti bisa dan akan terlewati. Nikmatilah semua perjalanan itu!).

Niat, Restu Orang Tua, dan Keberanian Diri

Saya rasa kita sepakat apapun harus dimulai dari niat yang kuat, tulus, dan tekad dalam diri. Semua berawal dari niat, hasil yang kita tuai nantinya bergantung dari niat awal kita. Oleh karena itu, sebelum melakukan sesuatu saya selalu berusaha ‘meluruskan’ niat dulu, bertanya kepada diri sendiri apa yang ingin saya capai, apa yang saya harapkan dari tindakan yang saya ambil. Untuk hal urusan sekolah pun begitu, saya rasa perlu juga merenung, menanyakan ke diri sendiri ‘Untuk apa saya sekolah lagi, hasil apa yang saya ingin capai, memperbaiki kehidupan, membuat bangga orang tua, hidup berkecukupan nantinya, mencari jodoh, atau lebih dalam lagi dimaknai sebagai sebuah ‘ jihad’?’ Dalam agama yang saya anut, berjuang menuntut ilmu itu adalah salah satu bentuk jihad kita kepada Sang Khalik. Niat saja tak cukup, perlu keberanian diri dan tekad yang kuat untuk memulai mengambil tindakan. Tak ada motivator yang terkuat selain DIRI SENDIRI, mungkin saja orang-orang terdekat Anda bahkan keluarga sekali pun akan menentang tapi bagaimana tetap ‘go ahead’ dengan pilihan diri sendiri itu tak mudah. Dan, menurut saya restu orang tua itu adalah ‘bekal’ berharga.

Selalu Ada Jalan

Akhir-akhir ini, saya sering sekali bertemu dengan orang-orang yang memiliki kemauan yang kuat sekali untuk melanjutkan sekolah namun terbentur dana. ‘Uangnya gak ada mba, gimana dong? Khan kalau sekolah lagi juga perlu biaya hidup, buat beli buku, buat ini-itu mba…’ Saya hanya bisa tersenyum awalnya mendapat komentar seperti itu, wajar menurut saya, jika untuk bertahan hidup saja susah apalagi disuruh mikir sekolah pasti gak ‘nyampe’ nalarnya. Ketika itu saya menjawab, kalau begitu kalau memang kamu berniat sekolah lagi, harus direncakan dari sekarang kapan kira-kira siapnya, disiapkan dari sekarang. Cari informasi sebanyak mungkin tentang beasiswa dan berapa biaya kuliahnya entah itu ke universitas, sekolah pendidikan, sekolah keterampilan atau kursus-kursus singkat tapi ilmunya aplikatif. Hitung kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan dari awal hingga akhir perkuliahan, plus hitung juga dalam anggaran biaya hidup, makan, beli buku & fotokopi, sama biaya tak terduga. Konsultasikan ke orang tua dan orang yang kira-kira mau membantu pendanaan (entah itu bentuknya pinjaman). Sedikit gambaran, ketika kuliah jangan jadi mahasiswa ‘kuper’ donk. Bergaul dengan banyak orang, perluas jaringan/link, dan tambah wawasan sebanyak mungkin dari mulai ikut organisasi (kata orang silahturahmi membuka pintu rezeki, itu benar loh!!!). Pengalaman pribadi saya, saya tak pernah membayangkan akan mendapat beasiswa sampai lulus S-1. Awalnya daftar karena iseng dan sedang butuh uang, ternyata rezeki memang tak kemana. Pas kuliah, sering banget ikut organisasi ini-itu, jadi kepanitiaan ini-itu, kerja sambilan apapun yang penting halal (dari mulai nge-MC, menulis, ikut lomba kepenulisan, berbisnis kecil-kecilan, yah banyak deh yang bisa dilakuin…). Dari sana biasanya menerima uang lelah, kalau ikut kepanitiaan kampus dapat makan gratis plus ilmunya lagi, kalau menang lomba menulis dapat uang hadiahnya…yah bisa lah ditabung-tabung dan disisihkan untuk nambah uang saku per bulan. Intinya KUDU KREATIFLife indeed would be dull if there were no such difficulties. So, enjoy your life. Don’t compare with others because your life now is the best life for you!

Komitmen

Komitmen, nampak mudah untuk diucapkan tapi kenyataannya tak mudah menjaganya agar tetap ajeg dan konsisten. Begitu juga dengan sekolah lagi, perlu komitmen yang kuat untuk menuntaskan perkuliahan hingga akhir, kadang di tengah jalan ada saja ‘hambatan’ yang tidak kita duga-duga, terkadang menyurutkan niat di awal yang sudah menggebu-gebu, namun komitmen terhadap sendiri menurut saya akan menguatkan.

Berikhtiar, Berdoa, dan Bertawakal

Berikhtiar hingga batas maksimal yang kita bisa dan memohon kepadaNya merupakan satu kesatuan yang harus berjalan beriringan. Setelah itu, tentunya bertawakal kepadaNya sebagai bentuk kepasrahan diri seorang hamba kepada Sang Khalik terhadap hasil apapun yang diberikan olehNya. Mengutip kalimat M.Farid Maricar dalam tulisannya di website http://motvasibeasiswa.org  ‘Well, usaha dan doa saja tidaklah cukup untuk mendapatkan sesuatu. Kita harus bertawakkal pada Allah…Berserah diri kepadaNya. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya…Tidak ada yang perlu kuragukan lagi…Sungguh nikmat Allah yang begitu besar telah kurasakan selama ini…Dibalik Kesulitan Pasti ada Kemudahan yang terselubung… Sungguh manusia bisa berencana, tapi Rencana Allah Jauh lebih Indah…Janganlah pernah kecewa akan sesuatu…karena segala sesuatunya Allah sudah mengaturnya…Jangan pernah berhenti berusaha,berdoa, dan bertawakkal…Karena Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar…’

*Tulisan ini saya buat khusus untuk Adinda Merlyn yang baru saja dinyatakan diterima dan mendapat beasiswa dari sebuah institusi di Jakarta. Selamat yah dek, mba doakan yang terbaik buatmu. Selamat mencicipi manisnya ‘perkuliahan’, menjalani masa-masa sebagai mahasiswa, dan belajar tentang apapun yang kamu bisa pelajari di sana! Good luck for you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s