Tentang Nama


 Nama lengkap saya Hafsyah Zahara. Tapi dalam keseharian, baik itu di kampus, organisasi, pergaulan, saya lebih sering disapa Cha-Cha, sapaan akrab saya sejak kecil. Hafsyah sendiri diambil dari nama salah seorang istri Nabi, Hafshah binti Umar bin Khatthab yang dikenal memiliki kapasitas keilmuan, pemahaman, dan ketakwaan yang luas. Hafshah RA juga mengemban amanah dalam penjagaan Al-Qur’an. Keistimewaan lainnya, Hafshah RA memiliki kedudukan yang sangat tinggi di hati Nabi saw, tentunya selain Aisyah RA, istri kesayangan Nabi. Sedangkan Zahara berasal dari bahasa Arab Azzahra, Zahir, Zahrah yang bermakna bunga yang cantik, bersinar/bercahaya. Jadi, kurang lebih, orang tua saya mengharapkan saya menjadi seseorang yang memiliki kecantikan luar dan dalam, berilmu, sholehah, bisa mengemban amanah, dan bersinar di kemudian hari. Alhamdulillah, sesuatu banget ya…! (Syahrini banget…)

Nah, sejak kecil orang sering memanggil saya dengan panggilan bermacam-macam. Lihat saja berikut ini:

Cha-Cha

Entah dari mana nama panggilan ini berasal. Konon, kata mama pas saya masih kecil banget (baca: balita), teman-teman sepermainan saya kesulitan memanggil nama asli saya Hafsyah (maklum karena anak kecil masih agak cadel-cadel, susah menyebut ‘syah’ dengan benar). Akhirnya panggilan yang tadinya ‘Syasya’ berubah jadi ‘Cha-Cha’ (hehehe…alasan yang menurut saya paling masuk akal dari cerita mama). Akhirnya, hingga segede ini di mana-mana sapaan akrab saya ‘Cha-Cha’ entah itu di kampus, organisasi, lingkungan kerja, pertemanan, bahkan saya mengenalkan diri untuk orang pertama kali yang baru saya kenal juga ‘Cha-Cha’.

Hafsyah

Nah, panggilan ini berlaku hanya untuk suasana formal saja. Misalnya sama dosen, di forum yang resmi, atau ntar mengenalkan diri sama calon mertua (hihihi…). Dan papa lebih senang memanggil saya dengan nama pemberiannya ini. Mungkin itu bermakna doa dari beliau untuk saya. Saya sendiri merasa panggilan ini kesannya lebih dalam dan berwibawa…

Zahara

Jaman saya SD dulu, ada salah seorang guru senang sekali memanggil saya dengan nama Zahara. Sebenarnya saya tidak sukaaaaaa dengan panggilan ini. Ceritanya, pas jaman itu khan di Majalah Remaja ‘Gadis’ ada session khusus yang menceritakan tentang ‘Zahara Si Hantu Gaul’ (huh…disama2in sama hantu lagi). Makanya kadang-kadang jadi bahan ledekan sama teman-teman yang lain (jaman SD khan masih suka ngolok-ngolok nama teman..). Tapi, saya tersanjung juga karena dari nama belakang saya itu, Sang Guru terinspirasi memberikan nama anaknya yang baru lahir ada ‘Zahara’nya gitu…Ge-er MODE ON;-D

Ndut

Nah, ini panggilan kesayangan dari sahabat-sahabat terdekatku. Karena dulunya, saya gendut banget jadinya sering banget deh dipanggil gini…Tapi berhubungan sekarang dah menyusut, lambat laun panggilan ini pun tak terdengar lagi. Hehehehe…LOL

Chubby

Panggilan dari teman saya dulu, katanya saking chubby-nya pipi saya jadi lucu aja kali ya kalau dipanggil Chubby. Kesannya lebih gimana gitu, jadi lebih akrab…

Icha

Nah ini, panggilan dari dosen saya yang sering lupa kalau nama panggilan saya Cha-Cha, jadinya sering dipleset-plesetin jadi Icha…Pake tambahan lagi, mbak-nya yang dari Banyumas (Whaaaatttt???? Sejak kapan saya jadi orang Banyumas, Bapak aya-aya wae)

Panggilan lain disertai embel-embel antara lain:

Wa, Ayuk, Cik: Biasa seh yang manggil sepupu-sepupu, saudara-saudara saya di Bengkulu. Panggilan umum ‘Mba’ untuk orang Bengkulu.

Mbak, Mbakyu, Jeng: panggilan umum ketika saya berada di Jawa.

Kakak, Kak: Teman-teman dari Jakarta, dari Sulawesi, Kalimantan, atau adek kelas saya orang Malaysia terkadang memanggil dengan panggilan ini.

Tante: Ini neh panggilan dari anak-anaknya teman saya atau keponakan-keponakan saya (hadeuh shock jg dipanggil kayak gini awalnya, lama-lama terbiasa juga. Maklum teman saya sudah banyak yang menikah..

Teteh, Eneng, Neng: Panggilan saya selama magang di industri, yang notabene daerah tempat saya magang lebih dekat ke Bogor daripada ke Jakarta pusatnya…hehehe jadilah banyak orang Sunda di sini…

Say : untuk ke teman-teman dekat, mereka dan aku sering memanggil antar kami dengan panggilan ‘say’ supaya gimana gitu…kesannya kayak saudaraan aja

Adek : Hehehe yang ini panggilang sayang dari “Si Mas”, selain memanggilku dengan sayang. Tapi gak mesti seh dipanggil gini…

Kalau ada orang yang mengatakan apalah arti sebuah nama, menurut saya sendiri nama itu bermakna, mengandung unsur doa, maka panggillah seseorang dengan nama yang paling disukainya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s